Sabtu, 16 Januari 2016

IBI Darmajaya menjalin kerjasama Internasional
Bandar Lampung-Upaya mempersiapkan mahasiswa dan lulusan yang berkualitas dan berdaya saing ditengah era globalisasi, Institut Informatika dan Bisnis (IBI) Darmajaya terus berupaya memperkuat dan melebarkan kerjasama Internasional




1. IBI Darmajaya menjalin kerjasama Internasional dengan 9 perguruan tinggi di Tiongkok

Memorandum of Understanding (MoU) ditandatangani Rektor IBI Darmajaya, Dr. Andi Desfiandi, SE., MA dengan pimpinan 5 perguruan tinggi di Tiongkok pada acara Indonesia-China Partnership Workshop, di Nanjing Polytecnic Institute, Senin (03/08). Lima universitas tersebut yakni Jiangsu University, Nanjing Polytecnic Institute, Yang Zhou University, Soochow University, dan Nanjing University Information Science and Technology.

Sementara MoU dengan 4 perguruan tinggi lainnya telah lebih dahulu ditandatangani pada acara China-Asean Vocational Education Principal Summit yang berlangsung di Suzhou Tourism and Finance Institute, Suzhou, Tiongkok, Sabtu (01/08). Empat universitas tersebut yakni Wuxi Institute Of Technology, Nantong Vocational University, Jiangsu Jianzhu Institute, dan Nanjing College of Information Technology.

Rektor IBI Darmajaya, Dr. Andi Desfiandi, SE., MA didampingi Kepala Kantor Urursan Hubungan Internasional, Rahmalia Syahputri mengungkapkan pada acara Internasional tersebut, IBI Darmajaya menjadi satu-satunya perguruan tinggi perwakilan Indonesia dari Sumatera bagian selatan (Sumbagsel) yang hadir. Rektor IBI Darmajaya, Dr. Andi Desfiandi, SE., MA juga sempat memberika sambutannya mewakili perguruan tinggi se Indonesia pada acara internasional di Nanjing tersebut.

“Alhamdulillah IBI Darmajaya telah bekerjasama dengan beberapa perguruan tinggi ternama di Tiongkok baik dibidang akademik dan non akademik. Berkat kerjasama tersebut, terbuka kesempatan bagi mahasiswa, alumni, dan dosen Institut Informatika dan Bisnis (IBI) Darmajaya untuk mendapatkan beasiswa penuh pada program D3, S1, S2, dan S3 di universitas-universitas ternama di Tiongkok,” terangnya.

Dijelaskannya, perguruan tinggi dan pemerintah Tiongkok serta Southeast Asian Ministers of Education Organization (SEAMEO) Regional Open Learing Center (SEAMOLEC) selain menawarkan beasiswa full kepada mahasiswa D3 dan S1, untuk alumni dan dosen Darmajaya yang ingin mengambil S2 dan S3 juga akan diberikan uang saku. Bahkan untuk program tertentu diberikan asrama gratis yang fasilitasnya seperti apartemen mewah di Jakarta.

Bentuk kerjasama dengan 9 perguruan tinggi di Tiongkok tersebut selain pemberian beasiswa juga termasuk program internasional lainnya seperti join degree, student mobility, join research and publication, staff and lecture exchange, internship, art and culture, training, mandarin language dan sebagainya.

“Salah satu perguruan tinggi di Tiongkok juga akan mengirimkan tenaga pengajarnya untuk mengajar bahasa mandarin kepada mahasiswa di China Corner IBI Darmajaya. Semoga bentuk kerjasama ini dapat membuka kesempatan bagi Indonesia dan Tiongkok untuk bersama-sama meningkatkan kualitas pendidikan guna menyiapkan pemimpin masa depan,” harapnya.

Seperti yang diketahui, pemerintah Tiongkok juga begitu serius membangun pendidikan yang berkualitas mulai dari pendidikan dasar hingga perguruan tinggi. Kampus yang sangat besar, modern, sarana prasarana yang lengkap, ditunjang dengan tenaga pengajar yang berkualifikasi doktor dan professor. Sehingga sangat cocok untuk kegiatan proses  belajar mengajar.

“September ini, IBI Darmajaya akan memberangkatkan mahasiswa-mahasiswa berprestasi untuk sekolah di Wuxi Institute of Technology selama 3 tahun melalui program beasiswa. Program ini dapat juga diikuti oleh mahasiswa baru, untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi KUHI IBI Darmajaya. Tentu peluang untuk kuliah disana dan mendapatkan beasiswa menjadi kesempatan emas yang harus dimanfaatkan mahasiswa dengan sebaik mungkin,” pungkasnya.(*)

2.Darmajaya - UTEM Malaysia Sepakat menjalin Kerjasama



Untuk makin menguatkan posisi Informatics and Business Institute (IBI) Darmajaya sebagai salah satu Perguruan Tinggi Swasta yang layak diperhitungkan di tingkat internasional, IBI Darmajaya kembali mengajak universitas dari luar negeri  yaitu University Teknologi Malaka Malaysia (UTeM) untuk bekerjasama. Kerjasama tersebut tertuang dalam Memorandum of Agreement (MoA) yang merupakan tindaklanjut dari penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) tahun 2008 lalu. Dengan adanya kerjasama dengan salah satu Perguruan Tinggi Negeri di Malaysia ini maka dimungkinkan mahasiswa, dosen, dan karyawan yang ingin meningkatkan kompetensi dan kemampuan akademik dapat menuntut ilmu di UTeM Malaysia dengan biaya yang sangat terjangkau. Selain itu, kerjasama tersebut juga memungkinkan IBI Darmajaya dan UTeM Malaysia bekerjasama secara kelembagaan untuk meningkatkan kualitas kegiatan collaboration research, training, workshop, dan lain sebagainya.Penandatanganan MoU dilaksanakan kemarin  bertempat di Ruang rektor  IBI Darmajaya. Penandatanganan dihadiri oleh 5 delegasi dari Malaysia yaitu Prof. Dr. Ahmad Yusoff Bin Hasan, Vice Chancellor UteM, Datuk Profesor Dr. Mohd. Nor Bin Husen, Deputy Vice Chancellor (Bidang Akademik dan Pengantarbangsaan), Prof. Dr. Shahrin Bin Sahib Sahibuddin, Dekan Fakultas Teknologi Informasi dan Komunikasi (FTMK),  Prof. Dr. Nanna Suryana Herman, Direktor Of International Office UTeM, dan Puan Sharifah Nur Faridah bte Syed Abu Bakar, Principal Assistant Registra UTeM. Sementara itu dari IBI Darmajaya dihadiri oleh Dewan Pembina Yayasan Pendidikan Alfian Husin, Hi Alfian Husin, SH, Rektor IBI Darmajaya, DR. Andi Desfiandi, SE, MA, Wakil Rektor I Darmajaya, RZ Abdul Aziz, ST, MT, Wakil Rektor II Darmajaya, Ary Meizary Alfian SE, MBA, dan Wakil Rektor III, Sriyanto, S.Kom. MM.Rektor IBI Darmajaya, Andi mengungkapkan, kerja sama itu akan dapat memberikan kesempatan para dosen maupun mahasiswa Darmajaya  untuk menempuh pendidikan di UTeM. Selain itu, dalam MoA juga membuka kesempatan diadakannya kerja sama di bidang penelitian. ’’Adanya kerja sama Darmajaya dan UTeM ini merupakan hal menarik dan bermanfaat. Karena  nantinya dapat diadakan pelatihan untuk para dosen, serta pertukaran mahasiswa. Selain itu  kerja sama bidang penelitian,’’ kata Rektor UteM, Ahmad Yusoff. Menurutnya  ada beberapa hal membuat UTeM tertarik. Di antaranya, Darmajaya yang terletak di Sumatera masih serumpun dengan Malaysia yang memiliki budaya hampir sama.  Selain itu sebagai Universitas ternama di Sumatera Bagian Selatan, Darmajaya memiliki kehangatan sikap dengan pihak luar, dan memiliki kekuatan yang memungkinkan diajak kerja sama.’’ UTeM memiliki beberapa kelebihan,  hingga saat ini UTeM merupakan perguruan tinggi negeri unggulan di Malaysia, yang memiliki keunggulan di bidang teknologi  oleh sebab itu kita tidak ragu lai memilih UTeM sebagai mitra kerjasama luar negeri. Kedepannya nanti melalui kerjasama ini, kita akan membuka kerjasama dengan Negara lainnya di Asia diantaranya Thailand, Brunei,  dan China. Dalam era globalisasi, kompentensi dan kemampuan Bahasa Inggris yang dimiliki oleh alumni tidaklah cukup. Tetapi juga dibutuhkan sertifikat dan ijazah yang diakreditasi oleh dunia internasional. Hal inilah yang mendasari mengapa kami melakukan kerjasama internasional dengan berbagai Universitas di dunia. Tahap awal kami telah melakukan kerjasama internasional diantaranya dengan beberapa perguruan tinggi di Malaysia, yaitu Higher Education Learning Philosofy (HELP) University College (HUC) Malaysia dan kini dengan University Technology Malaysia Malaka (UTeM),” terang Andi.(**)

3.IBI Darmajaya dan Duy Tan University Vietnam Teken MoU



Kerjasama internasional dibidang pendidikan terus dilakukan Informatics and Business Institute (IBI) Darmajaya sebagai upaya peningkatan mutu serta menyongsong ASEAN Community 2015.  Baru-baru ini IBI Darmajaya telah menyepakati kerjasama bidang akademik dengan Duy Tan University Vietnam.

Kesepakatan kerjasama tersebut tertuang dalam Memorandum of Understanding (MoU) atau nota kesepahaman kerjasama yang ditandatangani Rektor IBI Darmajaya DR.Andi Desfiandi, S.E.,M.A dan President Duy Tan University Vietnam, Prof. Le, Cong Co.

Kepala Urusan Hubungan Internasional Rahmalia Syahputri, S.Kom.,M.Eng.Sc  mengatakan kerjasama antara IBI Darmajaya dengan Duy Tan University Vietnam mencakup dua bidang, yakni bidang akademik dan non akademik. 

Bidang akademik, dijelaskan Rahmalia, terdiri dari kerjasama pertukaran dosen, pertukaran mahasiswa, proyek penelitian kolaboratif, simposium dan pertukaran informasi. “Sementara dibidang non akademik, kerjasama diwujudkan melalui pertukaran budaya, seni, dan sosial. Ini sudah diaplikasikan melalui passage to ASEAN (P2A). Kami telah mengunjungi Vietnam dalam rangka mempelajari budaya dan kesenian mereka. Ini penting untuk menambah wawasan dan keterampilan mahasiswa” katanya, kemarin (21/1).

Lebih jauh dia menambahkan, kerjasama dibidang akademik, langkah kongkret yang akan dilakukan kedua perguruan tinggi dalam waktu dekat adalah pertukaran mahasiswa. Terkait hal ini, IBI Darmajaya rencananya akan mengirimkan beberapa mahasiswanya untuk study ke Vietnam.

Untuk bisa mendapatkan beasiswa tersebut, ditegaskan Rahmalia, tidaklah mudah. Beberapa aspek yang harus dikuasai mahasiswa, diantaranya yakni memiliki kemampuan akademik yang baik, menguasai Bahasa Inggris serta mempunyai keinginan kuat untuk memahami budaya.

“Proses seleksi untuk mendapatkan beasiswa ini cukup panjang, kami ingin mahasiswa yang mendapatkan kesempatan ini adalah mahasiswa yang benar-benar memiliki kemampuan dan kualitas. Ini karena tugas mereka bukan hanya belajar, tetapi juga berperan menjadi duta yang bisa mengenalkan IBI Darmajaya, Lampung dan Indonesia di kancah internasional   ” urainya.

Dia berharap beberapa kerjasama luar negeri yang telah terjalin, akan mampu mendorong IBI Darmajaya dalam meningkatkan kualitas pendidikan serta mampu menciptakan lulusan-lulusan yang dapat berperan baik ditingkat lokal maupun internasional.

Harapan senada disampaikan Rektor IBI Darmajaya DR.Andi Desfiandi, S.E.,M.A., Menurutnya dalam menghadapi globaliasasi, hal yang harus dilakukan, khususnya para pelaku pendidikan di Indonesia adalah dengan menciptakan sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas dan mampu bersaing dipasar dunia.

 “Ini menjadi alasan kami untuk terus meningkatkan kerjasama internasional dengan beberapa perguruan tinggi di luar negeri. Visi kami adalah go international, karena kami ingin menciptakan lulusan-lulusan yang kompeten dan mempunyai daya saing” ucap Andi. 

4. IBI DARMAJAYA JALANI STUDENT MOBILITY DI RANGSIT UNIVERSITY THAILAND

Mahasiswa Institut Informatika dan Bisnis (IBI) Darmajaya raih kesempatan emas ikuti kuliah satu semester di Rangsit University (RSU) Thailand. Rangsit University (RSU) yang berdiri pada tahun 1995 ini dikenal karena keunggulan akademik dan standar pengajaran internasional.

Perguruan tinggi tersebut telah terakreditasi penuh oleh Komisi Pendidikan Tinggi Pemerintah Thailand dan menempati kategori tertinggi dalam audit jaminan mutu yang dilaksanakan oleh Kementrian Pendidikan serta Kantor Standar Nasional Pendidikan dan Penilaian Mutu Thailand.

Rangsit university memiliki jumlah mahasiswa sekitar 30 ribuan orang dengan fasilitas ruang kuliah dan zona administrasi, perpustakaan dan pelayanan akademik, pusat kesehatan dan rumah sakit, ilmu pengetahuan dan teknologi zona, kelompok bangunan ilmu-ilmu sosial, pusat olahraga, dan zona support kampus.

Dengan segala keunggulan yang ditawarkan, tiga mahasiswa IBI Darmajaya sangat beruntung bisa berkesempatan kuliah di RSU melalui program Student Mobility yang digulirkan IBI Darmajaya. Mereka yakni Syarip Hidayat, Ilfa Marifatin Nisa dan Ayu Waruli Chastelo serta ribuan mahasiswa asing lainnya menimba ilmu selama satu semester dari bulan Agustus hingga Desember.

Selama menjalani masa perkuliahan, mereka akan mengikuti beberapa mata kuliah sesuai dengan jurusan masing-masing, seperti jurusan manajemen mereka akan mempelajari manajemen operasi, aspek hukum bisnis dan dasar-dasar akuntansi. Sementara untuk jurusan Sistem Informasi, mahasiswa akan mempelajari basis data terdistribusi, data warehouse dan sistem informasi.

Kepala Urusan Hubungan Internasional IBI Darmajaya, Rahmalia Syahputri, mengatakan ini menjadi tahun pertama IBI Darmajaya mengirimkan mahasiswanya untuk program student mobility ke Thailand. Belajar langsung dari salah satu perguruan tinggi terbaik di Thailand, dia berharap ini akan bisa menjadi pengalaman yang berarti bagi mahasiswa, baik dalam bidang keilmuan, sosial maupun budaya.

“Rangsit University merupakan salah satu kampus terkemuka di Thailand, karenanya beruntung sekali kami bisa menjalin kerjasama dengan universitas ini dan mengirimkan mahasiswa untuk belajar langsung disana” katanya.

Dia juga berharap kepada mahasiswa untuk bisa memanfaatkan program student mobility sebaik mungkin. Terlebih, kata dia, Rangsit University, merupakan salah satu perguruan tinggi di Thailand yang fokus pada pengembangan teknologi, kewirausahaan, keuangan, dan manajemen. Hal ini tak jauh berbeda dengan IBI Darmajaya yang juga fokus dalam pengembangan teknologi dan bisnis.

“Adanya kesamaan ini, tentunya mahasiswa harus bisa memanfaatkan waktu selama perkuliahan dengan baik agar menambah khasanah pengetahuan dan ilmu sesuai dengan jurusan yang mereka ambil. ” paparnya. Tambahnya "selain student mobility, kami juga bekerjasama dalam bidang pertukaran dosen, penelitian bersama, dan pertukaran kebudayaan".

Sementara itu Rektor IBI Darmajaya, Dr. Andi Desfiandi, SE.MA., menuturkan dalam rangka mengembangkan wawasan dan kemampuan mahasiswa secara global, IBI Darmajaya telah menjalin kerjasama internasional dengan beberapa perguruan tinggi luar negeri, salah satunya Rangsit University.


“Kami memberikan banyak kesempatan kepada mahasiswa untuk belajar keluar negeri. Diharapkan program kerjasama internasional bisa menjadi stimulus bagi mahasiswa untuk mengembangkan potensinya sehingga tercipta lulusan yang berkualitas dan berdaya saing global” harapnya.


5. IBI Darmajaya menjalin hubungan Internasional dengan Kedutaan Besar Prancis



Institut Informatika dan Bisnis (IBI) Darmajaya kembali menjalin kerjasama dengan mitra untuk menyongsong globalisasi pendidikan 2015. Kali ini IBI Darmajaya menggandeng Kedutaan Besar Prancis dengan membuka “France Corner” atau Warung Prancis. Peresmian France Corner dilakukan oleh Rektor IBI Darmajaya Andi Desfiandi di Gedung Pascasarjana IBI Darmajaya, Kamis (16/1). 

Hadir dalam peresmian itu antara lain penanggung jawab kerjasama universitas dan sains Kedutaan Perancis, Marion Noirot, dan Dewan Pembina Yayasan Pendidikan Alfian Husin, Hi. Alfian Husin, SH.

Dalam sambutannya Andi Desfiandi mengatakan kehadiran France Corner dapat menambah informasi kebudayaan dan segala tentang Perancis. Peresmian warung perancis merupakan bentuk implementasi upaya IBI Darmajaya dalam memberikan pelayanan prima kepada civitas akademika dan publik. 

“France Corner berfungsi sebagai pusat informasi mengenai budaya dan masyarakat Prancis. France Corner akan menjadi sumber informasi belajar budaya Prancis. Ini sebagai salah satu langkah nyata IBI Darmajaya dalam meningkatkan pergaulan di tingkat internasional. Sebagai pusat informasi, diharapkan  akan membangun sikap kooperatif dan saling memahami bagi kedua negara,” kata Andi.  

Beberapa informasi yang bisa diakses di Warung Prancis antara lain berkaitan dengan bahasa, budaya, pengetahuan, kuliah, dan beasiswa di Prancis. Pengunjung juga dapat mengakses DVD, kaset, buku-buku, film-film, kuliner, politik, fotografi, juga beragam informasi lainnya tentang Prancis. 

Andi mengatakan, sebagai perguruan tinggi yang bervisi go international  IBI Darmajaya berusaha menjalin kerjasama dengan pihak lain di bidang pendidikan, penelitian, dan kebudayaan.

“Kami juga akan akan menyelenggarakan kursus bahasa Prancis yang mendatangkan native speaker asal Prancis hingga summer school," paparnya.

Sementara itu penanggung jawab Kerjasama Universitas dan Sains Kedutaan Perancis, Morion Noirot, pada kesempatan tersebut mengucapkan terima kasih kepada IBI Darmajaya yang telah bersedia menjalin kerjasama pendidikan dengan Prancis. Menurutnya ini menjadi salah satu bukti kemajuan bagi Indonesia dan Prancis dalam pertukaran budaya. 
“Ini merupakan salah satu langkah dan upaya untuk pertukaran budaya Prancis dan Indonesa,” kata dia. 
Institut Informatika dan Bisnis (IBI) Darmajaya kembali menjalin kerjasama dengan mitra untuk menyongsong globalisasi pendidikan 2015. Kali ini IBI Darmajaya menggandeng Kedutaan Besar Prancis dengan membuka “France Corner” atau Warung Prancis. Peresmian France Corner dilakukan oleh Rektor IBI Darmajaya Andi Desfiandi di Gedung Pascasarjana IBI Darmajaya, Kamis (16/1). 

Hadir dalam peresmian itu antara lain penanggung jawab kerjasama universitas dan sains Kedutaan Perancis, Marion Noirot, dan Dewan Pembina Yayasan Pendidikan Alfian Husin, Hi. Alfian Husin, SH.

Dalam sambutannya Andi Desfiandi mengatakan kehadiran France Corner dapat menambah informasi kebudayaan dan segala tentang Perancis. Peresmian warung perancis merupakan bentuk implementasi upaya IBI Darmajaya dalam memberikan pelayanan prima kepada civitas akademika dan publik. 

“France Corner berfungsi sebagai pusat informasi mengenai budaya dan masyarakat Prancis. France Corner akan menjadi sumber informasi belajar budaya Prancis. Ini sebagai salah satu langkah nyata IBI Darmajaya dalam meningkatkan pergaulan di tingkat internasional. Sebagai pusat informasi, diharapkan  akan membangun sikap kooperatif dan saling memahami bagi kedua negara,” kata Andi.  

Beberapa informasi yang bisa diakses di Warung Prancis antara lain berkaitan dengan bahasa, budaya, pengetahuan, kuliah, dan beasiswa di Prancis. Pengunjung juga dapat mengakses DVD, kaset, buku-buku, film-film, kuliner, politik, fotografi, juga beragam informasi lainnya tentang Prancis. 

Andi mengatakan, sebagai perguruan tinggi yang bervisi go international  IBI Darmajaya berusaha menjalin kerjasama dengan pihak lain di bidang pendidikan, penelitian, dan kebudayaan.

“Kami juga akan akan menyelenggarakan kursus bahasa Prancis yang mendatangkan native speaker asal Prancis hingga summer school," paparnya.

Sementara itu penanggung jawab Kerjasama Universitas dan Sains Kedutaan Perancis, Morion Noirot, pada kesempatan tersebut mengucapkan terima kasih kepada IBI Darmajaya yang telah bersedia menjalin kerjasama pendidikan dengan Prancis. Menurutnya ini menjadi salah satu bukti kemajuan bagi Indonesia dan Prancis dalam pertukaran budaya. 
“Ini merupakan salah satu langkah dan upaya untuk pertukaran budaya Prancis dan Indonesa,” kata dia. 

Selasa, 02 Juli 2013

Sahabatku

Sahabatku..
dia adalah teman dalam hidupku..
Sahabatku..
Bukan dia Yang hanya membutuhkanku saat dia butuh....
Sahabatku..
dia adalah yang membutuhkanku dan yang kubutuhkan..
Sahabatku..
dia tempatku berbagi dan tempatku mencurahkan kesenangan dan kesedihanku..
Sahabatku..
dia tidak pernah melihat adanya dinding rahasia diantara kita..

Karena Sahabat adalah cermin yang paling jujur dan setia..

My Love

My Love..
you have a mean..
you're a poetry when the loneliness comes..

                                                          you are my perfect completely
                                                          in this galaxy..
                                                          I need  the world..

And you are as a part of my heart..
when i feel gloomy
I need love..
And you are
                                                          As a friend when i feel gloomy..
                                                          you come to complete my self
                                                          you are create to close my lackness..

I can survive
because of love
you can win my heart
with your smile
you're never change..

Cinta

Cinta adalah sesuatu yang sangat indah yang telah Tuhan berikan kepada kita. Berbicara soal cinta itu tentu sudah tidak asing lagi bagi kita sebagai umat manusia. Cinta itu banyak jenis nya, ada Cinta kepada Tuhan,Cinta kepada Nabi dan Rasul, Cinta kepada orang tua, Cinta Kepada saudara kita, Cinta Kepada Sesama bahkan Cinta kepada lawan jenis.
Disini saya akan membahas cinta kepada lawan jenis yang zaman sekarang ini sudah menjadi hal yang heboh dikalangan dewasa, remaja bahkan sampai ke anak-anak yang masih dibawah usia.
Cinta kepada lawan jenis itu bukan hal yang dilarang karena cinta merupakan hal yang lumrah yang  setiap hati dan naluri setiap manusia telah diciptakan sebuah rasa cinta,yaitu sabuah perasaan sayang,perduli,saling mengerti,menghargai dll. Namun cinta kepada lawan jenis harus dibatasi, tetapi zaman sekarang cinta kepada lawan jenis justru malah lebih besar dibandingkan cinta kepada Tuhan.
Banyak sekali manusia yang mengabaikan perintah-perintah dari Allah yang wajib dilakukan tanpa mereka takut akan dosa yang ditanggung. Bagi mereka meninggalkan perintah Allah dan tidak melakukan nya itu biasa saja,sedangkan ketika lawan jenis (pacar) yang memerintahkan untuk melakukan sesuatu maka dengan cepat dilakukan perintah itu karena takut sang pacar marah. Sungguh cinta nya manusia seperti itu terhadap lawan jenisnya (pacar) sehingga lebih mengutamakan perintah dari sang pacar dibandingkan dengan perintah sang Illahi (astagfrullahalazim). Bahkan pacar lebih utama dibandingkan orang tua nya, sungguh cinta seperti itu lah yang telah membutakan umat manusia, menganggap bahwa itu adalah cinta sejati nya yang akan abadi sampai kapanpun. Padahal tidak ada cinta yang abadi di dunia ini melainkan cinta kepada Tuhan.
Kita boleh saja sangat mencintai lawan jenis (pasangan/pacar) kita namun batasilah cinta tersebut dengan imam sehinggga cinta kepada Tuhan tetaplah menjadi cinta yang abadi dan hakiki dihidup kita.

Selasa, 25 Juni 2013

Manusia dan Keindahan

Manusia dan keindahan seperti suatu elemen yang sudah menyatu dan tidak dapat dipisahkan karena manusia adalah salah satu keindahan di alam ini. Manusia merupakan hal pokok dari suatu keindahan karena dengan adanya manusia itulah keindahan dapat terlengkapi. Namun masih banyak manusia yang belum menyadari hal itu, bahkan untuk menyadari bahwa banyaknya keindahan alam yang ada di dunia yang telah Tuhan berikan pada kehidupan kita .
Keindahan itu bukan hanya sekedar keindahan yang dapat kita lihat dengan sekejap mata saja, namun keindahan yang dapat kita rasakan yang dapat menjadikan hati dan pikiran kita menjadi damai dan tentram. Keindahan seperti itulah yang masih banyak manusia belum merasakannya,manusia yang tak pernah bisa mensyukuri apa yang ia miliki,manusia yang tak pernah merasa puas dengan apa yang telah ia  miliki meskipun masih banyak manusia lain yang tidak memiliki hal yang sama, manusia yang tidak pernah menyadari dan mensyukuri keindahan yang ada pada dirinya.
Keindahan Alam yang Tuhan telah berikan kepada kita untuk kita nikmati harus bisa kita jaga karena Manusia lah yang bisa menjaga keindahan itu sendiri agar selalu bisa terlihat indah dan terutama keindahan yang ada pada diri kita harus selalu kita jaga agar senantiasa kita dapat mensyukuri apa yang telah Tuhan berikan kepada kita. Sehingga Manusia dan Keindahan itu melengkat satu sama lain.

Dia

Pagi yang cerah
Saat ku ingin beranjak
Beranjak pergi mencari ilmu
Untuk menggapai impianku
                        Saat bersama…
                        Sesosok kasih menghampiriku
                        Membawa keharuman ditubuhnya
                        Wanginya semakin semerbak
                        Menambah semangat hari-hariku
Tiap saat ketika angin berhembus..
Menghantarkan keharuman itu…
Itu adalah dia…
Harumnya sukar ku lupa
Hingga tanpa bersamanya

Harumnya masih selalu terasa

Cinta Semu

Kehadirannya tak pernah kuharapkan
Kebaikan dan ketulusan hatinya menjadi alasan
Untuk ku tetap berdiri tegak
Dan menghentikan langkahku tuk berlari
                        Namun kini….
                        Ketika hati ini mulai bersandar dihatinya
                        Ia pergi melangkahkan pijakan kakinya
                        Tanpa aku, tanpa kasihku…
Kau seperti duri dalam bunga mawar
Manis ketika ku rasakan
Sakit ketika ku sentuh
Kau duri hitam dalam hidupku
Cinta yang selama ini kau beri
Hanyalah cinta semu bagiku…
Tapi aku tak mampu berlari…
Tetap masih berdiri tegak menantimu...

Meski kecewa selalu kurasakan…

Sabtu, 22 Juni 2013

Pancasila sebagai Filsafat dalam Kehidupanku


Pancasila sebagai dasar Negara Republik Indonesia dan pandangan hidup bagi rakyat Indonesia. Sebagai bangsa kita ingin mengetahui jelas arah dan tujuan hidup yang ingin kita capai dan itu semua memerlukan sebuah pandangan yang memiliki nilai-nilai kehidupan yang akan kita jadikan menjadi filsafat hidup kita.
Dan aku sebagai rakyat Indonesia menjadikan Pancasila sebagai pandangan hidupku, sebagai filsafat hidupku dan sebagai alat untuk membentukku menjadi pribadi yang baik,tanpa mengenyampingkan agamaku, karena di dalam isi yang terkandung di dalam pancasila terdapat nilai-nilai ke-Tuhanan yang wajib aku terapkan dalam kehidupanku, yang terdapat pada sila pertama yang berisi KeTuhanan Yang Maha Esa.
Selain menerapkan nilai-nilai KeTuhanan dalam kehidupanku, orangtuaku mengajarkan banyak nilai-nilai baik dalam hidupku,misalnya untuk menjadi manusia yang adil dan beradap, mencintai perdamain dan menjadikan perbedaan itu menjadi satu seperti semboyang negara kita “Bhineka tunggal Ikameskipun berbeda-beda tetapi tetap satu jua yang artinya meskipun kita berbeda-beda tetapi kita tetap harus bersatu.
Didalam hidupku tentunya aku memiliki masalah yang harus aku selesaikan. Lalu bagaimana caranya aku bisa menyelesaikan masalah itu ? yaitu dengan cara bermusyawarah yang kemudian kelak hasilnya akan mendapatkan suatu mufakat untuk menyelesaikan masalah itu. Nilai-nilai yang dimaksud untuk bermusyawarah dalam mencapai mufakat  dalam menyelesaikan masalah terkandung dalam sila ke-4.
Jika kelak suatu saat nanti aku bisa menjadi seorang pemimpin, aku akan menjadi pemimpin yang adil seperti yang terkandung dalam sila ke-5 yaitu keadilan sosial bagi sluruh rakyat indonesia. Memang semuanya yang terkandung didalam pancasila tidak selalu dan tidak semua selalu kuterapkan tetapi  aku menjadikan pancasila sebagai pandangan hidupku, sebagai filsafat hidupku. Isi kandungannya sedikit tetapi nilai-nilai yang terkandung didalamnya sangat banyak dan aku selalu berusaha menerapkan itu semua didalam lingkungan keluarga,masyarakat dan dalam berbangsa.

Perbedaan Masyarakat Desa dan Kota

Seperti yang kita ketahui bahwa kehidupan masyarakat di desa dan masyarakat di kota sangatlah berbeda. dari segi pergaulan saja udah sangat jauh berbeda. pergaulan di Kota lebih Modern dan selalu mengikuti pergeseran perkembangan zaman yang sangat cepat, sedangkan masyarakat desa sangat lambat dalam mengikuti alur pergeseran perkembangan zaman.
Kehidupan masyarakat kota mementingkan diri sendiri (manusia perorangan atau individu).
dan dilihat dari Tekhnologi, masyarakat kota lebih cepat mengikuti perkembangan tekhnologi yang terus maju.
selain itu banyak lagi yang membedakan masyarakat desa dan kota, antara lain :

Perbedaan Desa dan Kota
  1. Jumlah dan kepadatan penduduk
  2. Lingkungan hidup
  3. Mata pencaharian
  4. Corak kehidupan sosial
  5. Stratifikasi sosial
  6. Mobilitas sosial
  7. Pola interaksi sosial
  8. Solidaritas sosial
  9. Kedudukan dalam hierarki administrasi nasional
Namun dari itu semua, tak lepas bahwa kita semua adalah makhluk sosial, tak mengenal baik itu masyarakat desa maupun  masyarakat kota. karena kita pasti akan membutuhkan bantuan orang lain, begitu juga dengan kehidupan di desa dan di kota, pasti saling membutuhkan. misalnya masyarakat kota membutuhkan tenaga kerja dari masyarakat desa, dan sebaliknya masyarakat desa mendapatkan apa yang dibutuhkan dari masyarakat kota, maka itu saling membutuhkan.

Selasa, 02 April 2013

Perbedaan dan Persamaan Ilmu Budaya Dasar dengan Ilmu Pengetahuan Sosial


Ilmu Budaya Dasar adalah Pengetahuan yang memberikan tentang pengetahuan dasar dan pengertian umum tentang konsep-konsep yang dikembangkan yang berhubungan dengan masalah-masalah manusia dan kebudayaan. Secara garis besar, ilmu budaya dasar dapat mengembangkan kpribadian mahasiswa dengan cara memperluas wawasan pemikiran serta kemampuan kritikalnya terhadap nilai-nilai budaya, baik yang berhubungan dengan orang lain, alam sekitarnya maupun yang berhubungan dengan dirinya sendiri. Selain itu, ilmu Budaya dasar adalah ilmu yang mempelajari dasar-dasar kebudayaan.
Secara umum, tujuan Ilmu Budaya Dasar adalah sebagai pembentuk dan pengembang kpribadian serta perluasaan wawasan pengetahuan dan pemikiran manusia mengenai berbagai gejala yang ada dan timbul dalam lingkungan, khususnya gejala-gejala yang berkenaan dan berhubunga kebudayaan dan kemanusian agar daya tanggan, persepsi dan penalaran terhadap lingkungan budaya dapat diperluas dalam kehidupan manusia.
Latar belakang ilmu budaya dasar:
  • Dari kenyataannya dalam kehidupan, indonesia terdiri atas berbagai suku bangsa, dan segala jenis keanekaragaman budaya yang tercemin dalam berbagai aspek kehidupan, yang biasanya tidak lepas dari ikatan-ikatan yang berkaitan dengan kesukuan atau kedaerahan.
  •  Kemajuan ilmu pengetahuan dan tekhnologi menimbulkan perubahan-perubahan pada kondisi kehidupan manusia terutama ,berdampak pada sisi kebudayaannya.  Kemajuan tersebut bisa berdampak positif dan bahkan juga bisa berdampak negatif .

Sedangkan Ilmu Pengetahuan Sosial adalah terjemahan dari social studies dalam konteks kurikulum pendidikan dasar dan menengah di Amerika Serikat. Edgar B. Wesley dalam bukuTeaching Social Studies (1952) mengartikan Studi Sosial “those portions or aspect of social sciences that heve been selected and adapted for used in the school or in other instructional situation” (bagian atau aspek-aspek ilmu sosial yang dipilih dan disesuaikan dengan maksud digunakan di sekolah atau situasi pengajaran lain).
Paul Mathias dalam buku The Teacher’s Handbook for Social Studies memberikan penjelasan bahwa Studi Sosial merupakan pelajaran tentang manusia dalam masyarakat pada masa lalu, sekarang, dan yang akan datang. Karena itu Studi Sosial membahas ciri kemasyarakatan yang mendasar dari manusia, meliputi studi banding tentang perbedaan-perbedaan rasial dan lingkungan antara manusia yang satu dengan yang lainnya, dan memerlukan penelitian rinci terhadap berbagai pernyataan (perilaku) mengenai adaptasi manusia terhadap lingkungan hidupnya, serta hubungan antara manusia yang satu dengan lainnya.
John Jarolimek menulis Pengetahuan Sosial adalah bagian dari kurikulum sekolah dasar yang mengambil subject matter content dari ilmu-ilmu sosial seperti sejarah, sosiologi, politik, psikologi, philosofi, antropologi, dan ekonomi.
Leonard S. Kenworthy mengatakan Pengetahuan Sosial adalah studi tentang manusia untuk menolong siswa mengenal dirinya maupun orang lain, di dalam suatu masyarakat yang sangat bervariasi, baik karena perbedaan tempat atau waktu sebagai individu maupun kelompok dalam memenuhi kebutuhannya melalui berbagai institusi seperti halnya manusia mencari kepuasan batin dan masyarakat yang baik.
Diana Nomida Musnir dan Maas DP (1998) menjelaskan hakikat pendidikan IPS adalah berbagai konsep dan prinsip yang terdapat dalam ilmu-ilmu sosial, misalnya tentang kependudukan, kriminalitas, korupsi dan kolusi dan sebagainya yang dikemas untuk kepentingan pendidikan dalam rangka upaya pencapaian tujuan di berbagai jenjang pendidikan. Berbagai realitas tersebut dijelaskan melalui pendekatan multi dimensi arah dalam melakukan berbagai prinsip dan generalisasi yang terdapat dalam ilmu-ilmu sosial seperti sejarah, sosiologi, antropologi, psikologi sosial, geografi dan ilmu politik.
Nu’man Sumantri (2001) mengaskan bahwa IPS adalah suatu synthetic discipline yang berusaha untuk mengorganisasikan dan mengembangkan substansi ilmu-ilmu sosial secara ilmiah dan psikologis untuk tujuan pendidikan. Makna synthetic discipline, bahwa IPS bukan sekedar mensintesiskan konsep-konsep yang relevan antara ilmu-ilmu pendidikan dan ilmu-ilmu sosial, tetapi juga mengkorelasikan dengan masalah-masalah kemasyarakatan, kebangsaan, dan kenegaraan.
Dengan demikian IPS adalah ilmu pengetahuan tentang manusia dalam lingkungan hidupnya, yaitu mempelajari kegiatan hidup manusia dalam kelompok yang disebut masyarakat dengan menggunakan berbagai disiplin ilmu sosial, seperti sosiologi, geografi, ekonomi, sejarah, antropologi, dan sebagainya.
Dari pendeskripsian diatas, terilhat bahwa perbedaan antara Ilmu Budaya Dasar dan Ilmu Pengetahuan Sosial terletak pada perilaku dasar masyarakat. Dalam Ilmu budaya dasar manusia berhubungan dengan lingkungan budaya nya, sedangkan ilmu pengetahuan sosial, manusia berhubungan dengan lingkungan sosialnya.
Namun disamping itu, keduanya memiliki persamaan yaitu sama-sama mempunyai hubungan erat dengan manusia dan sangat mempengaruhi aspek kehidupan manusia.

hubungan Manusia dan Kebudayaan


Secara bahasa, manusia berasal dari kata “manu” (Sansekerta), “mens” (Latin), yang berarti berfikir, berakal budi atau makhluk yang berakal budi (mampu menguasai makhluk lain). Sedangkan secara umum pengertian kebudayaan merupakan jalan atau arah didalam bertindak dan berfikir untuk memenuhi kebutuhan hidup baik jasmani maupun rohani. Kata budaya meruapakan bentuk majemuk kata budi-daya yang berarti cipta, karsa dan rasa. Sebenarnya kata budata hanya digunakan sebagai singkatan dari kata kebudayaan yang berasal dari bahasa Sangsekerta budhayah yang dalan bahasa Belanda diistilahkan dengan kata Culturur, dan dalam bahasa Inggris Culture.
Manusia dan kebudayaan terjalin hubungan yang sangat erat, sebagaimana yang telah diungkapkan oleh Dick Hartono bahwa manusia merupakan kebudayaan.Hampir semua tindakan manusia merupakan kebudayaan. Hanya yang sidfatnya naluriah yang bukan merupakan kebudayaan, tindakan demikian prosentasenya sangat kecil. Tindakan yang berupa kebudayaan dibiasaakan dengan cara belajar.  Oleh karena itu, Manusia dan Kebudayaan merupakan dua hal yang berkaitan sangat erat satu sama lain. Manusia di alam dunia ini memegang peranan penting dan unik yang dapat dipandang dari bebagai segi kehidupan.
Dalam ilmu sosial, manusia merupakan makhluk yang ingin memperoleh keuntungan atau selalu memperhitungkan setiap kegiatan yang dilakukan atau disebut dengan homo economicus (ilmu ekonomi). Dan selain itu, manusia merupakan makhluk sosial yang berarti tidak dapat berdiri sendiri atau tidak dapat hidup sendiri tanpa bantuan dari orang lain. Mausia juga merupakan makhluk yang selalu ingin mempunyai kekuasaan (politik), makhluk yang mempunyai kebudayaan, dan sebagainya.
Hubungan anatra manusia dengan kebudayaan dapat dilihat dari kedudukan manusia terhadap kebudayaan. Manusia mempunyai empat kedudukan kebudayaan, diantaranya adalah: 
  1. Penganut Kebudayaan
  2.   Pembawa Kebudayaan
  3. Manipulator Kebudayaan
  4.  Pencipta Kebudayaan

Disamping itu, kebudayaan manusia itu menciptakan suatu keindahan yang biasa kita sebut dengan suatu seni. Keindahan atau seni dibutuhkan oleh setiap manusia agar kehidupan yang dijalaninya menjadi lebih indah.
Manusia dan keindahan atau seni memang tidak bisa dipisahkan sehingga diperlukan pelestarian bentuk keindahan yang dituangkan dalam berbagai bentuk kesenian (seni rupa, seni suara maupun seni pertunjukan) yang nantinya menjadi bagian dari kebudayaannya yang dapat dibanggakan.
Sebuah kebudayaan besar biasanya memiliki sub-kebudayaan (atau biasa disebut sub-kultur), yaitu sebuah kebudayaan yang memiliki sedikit perbedaan dalam hal perilaku dan kepercayaan dari kebudayaan induknya. Munculnya sub-kultur disebabkan oleh beberapa hal, diantaranya karena perbedaan umur, ras, etnisitas, kelas, aesthetik, agama, pekerjaan, pandangan politik dan gender.
Secara sederhana, hubungan antara manusia dengan kebudayaan adalah  “Manusia sebagai perilaku kebudayaan, sedangkan kebudayaan merupakan obyek yang dilaksanakan oleh manusia. Tetapi apakah hanya sesederhana itu hubungan antara keduanya ? tentu tidak, karena secara sosiologi manusia dan kebudayaan dinilai sebagai dwitunggal,yang berarti bahwa meskipun keduanya berbeda tetapi keduanya memiliki satu kesatuan yang sangat erat hubungannya dengan kehidupan. Manusia menciptakan kebudayaan dan kemudian setelah kebudayaan tersebut tercipta maka kebudayaan itulah yang akan mengatur kehidupan manusia. Terlihat bahwa keduanya saling berkaitan satu sama lain.  Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa manusia tidak dapat dilepaskan dari kebudayaan karena kebudayaan itu sendiri merupakan perwujudan dari manusia itu sendiri. Apa yang tercankup dalam suatu kebudayaan tidak akan jauh dari kemauan manusia yang menciptakan kebudayaan itu sendiri.
            

GuruKu


Ulur genggam tangan Guruku …
Beliau yang tercipta …
dengan kehangatan telapak tangannya menggenggam jemari tanganku …
Beliau yang mengukir kebahagiannya …
Lewat senyum yang mengambang dibibir …
Beliau yang tanamkan berjuta pengharapan
…. untuk murid-muridnya
Hingga kini, terus tegar berdiri
…. Demi setetes tinta
yang penuh dengan pelajaran kehidupan
Itulah ilmu yang ajarkan kita ….
Tentang hakikat nafas yang kita hembuskan
Itulah ilmu yang ajarkan kita ….
Tentang makna langkah yang kita ambil
Itulah ilmu yang ajarkan kita ….
Tentang lamunan angin yang tersirat lewat kedipan mata
Dan yang akan sentuh hati kita
Saat beliau mulai lupa
Lupa untuk teruskan pijakan kakinya
Merajut helai-helai mimpinya
Dan menggapai matahari kehidupannya
Dan hingga suatu saat nanti
Guruku tetap Guruku
Yang genggam tanganku
Untuk bersama melaju dikehidupan nanti
Dengan ombak kedamaian..


Kamis, 24 Januari 2013

Lingkungan Sosial Disekitar


Lingkungan sosial adalah hubungan interaksi antara masyarakat dengan lingkungan.Sikap masyarakat terhadap lingkungan sosial dipengaruhi oleh nilai sosial, itulah hubungannya. Jika nilai sosial tentang lingkungan lantas berubah/terjadi pergeseran, maka sikap masyarakat terhadap lingkungan juga berubah/bergeser. Itulah sebabnya masyarakat dan nilai sosial selalu terlihat dinamis, terlepas dari baik dan buruknya lingkungan sosial.Lingkungan yang baik biasanya menggambarkan masyarakat yang baik, begitupun sebaliknya.
Dan Manusia adalah merupakan makhluk sosial, yang artinya tidak dapat hidup sendiri (induvidual) tanpa bantuan orang lain.
Dan kembali ke tema nya yang menceritakan lingkungan sosial disekitar saya, baik itu di Rumah, di Kampus bahkan pergaulan saya di madyarakat. Saya tinggal di jln.Imam Bonjol 22 Hadimulyo Barat,Metro-Lampung. Kehidupan sosial di lingkungan itu sangatlah nyaman dan damai, karena masyarakat-masyarakat dilingkungan itu sangat menjunjung tinggi kekeluargaan, kebersamaan dan saling tolong-menolong. Namun berbeda halnya dengan tempat tinggal saya saat ini, saya merantau ke Jakarta untuk menuntut ilmu. Dan sekarang saya tinggal di Jakarta Timur. Namun sayangnya, lingkungan sosial tempat saya tinggal sekarang tak seperti lingkungan sosial dikampungku. Disini, masyarakatnya, seperti tetangga-tetangga dekat saya seperti makhluk induvidual, meski tak semua seperti itu.
Dan kemudian lingkungan sosial dikampus dimana salah satu sarana tempat saya belajar dan menuntut ilmu. Saya adalah mahasiswi Universitas Gunadarma jususan sistem Informasi. Lingkungan dikampus yang saya rasakan nyaman dan antar sesama saling menghormati dan menghargai, serta tidak istilah senioritas ataupun junioritas, semua sama. Baik itu junior yang saling menghormati seniornya maupun senior yang menghargai juniornya.
Dan yang terakhir ini saya akan meceritakan tentang lingkungan sosial saya diluar rumah, sekolah ataupun kampus saat ini. Ketika saya masih duduk dibangku SMA, saya merupakan salah satu anggota English Club di sekolah. Tetapi kemudian, pembina English Club disekolah saya membentuk suatu kumpulan yng isinya adalah kumpulan-kumpulan dari anggota English club masing-masing sekolah dalam 1 kota yang dijadikan 1 komunitas yang diberi nama MEC (Metro English Club). Disini saya merasakan yang namanya perjuangan, kebersamaan, kekeluargaan dan kekompakan.kami saling bertukar informasi, pengetahuan, sharing dan sebagainya, Dan kami juga selalu melakukan kegiatan rutin setiap minggunya.
Dan itulah kilas balik kehidupan dan lingkungan sosial disekitar saya. Dan inu membuktikn bahwa manusia adalah makhluk sosial, yang tidak akan bisa hidup sendiri tanpa bantuan orang lain. Dan carilah lingkungan sosialnya yang baik yang bisa membentuk karakter dan kepribadianmu juga baik. Dan hindari bahkan jauhkan pergaulan yang menjerumuskan kita ke hal yang negative.